Kamis, 12 Desember 2013

Masjid di Pusat Perbelanjaan

Mal atau pusat perbelanjaan saat ini menjadi tujuan utama rekreasi keluarga di kota besar. Para keluarga mengisi akhir pekannya dengan berjalan-jalan atau belanja di mal yang ada. Mal -mal tambah banyak dan saya bersyukur kalau mal-mal yang baru mulai memperhatikan tempat shalat. Tempat shalat atau mushola di Mal sekarang mulai memperhatikan kenyamanan buat yang shalat.

Dulu mushola ditempatkan di basement mal tapi sekarang banyak yang ditempatkan di lokasi yang strategis. Dari sekian pusat perbelanjaan yang menyediakan tempat shalat, beberapa malah menyediakan masjid seperti Blok A Tanah Abang dan Pasaraya Blok M. Kabarnya Mal Cijantung juga menyediakan masjid. Blok A Tanah Abang dan Pasaraya Blok M menyediakan masjid yang saya kira sama luasnya. Blok A di lantai 12 A dan Pasaraya di Lantai 5.

Keduanya hampir sama bersihnya namun ada keistimewaan yang diberikan oleh Masjid Pasaraya yang tidak akan ditemukan di Masjid lainnya. Keistimewaan itu juga sulit ditemukan oleh masjid-masjid yang di luar Mal.

Keistimewaan Masjid di Pasaraya yang dinamakan Masjid A-Latif adalah Masjid itu dikelola sebagaimana mengelola hotel. Petugas yang santun dan berpakaian seragam yang baik, seragamnya seringkali lebih bagus dari baju pengunjungnya, tempat penitipan sandal dan sepatu yang enak dengan tempat duduk untuk membuka atau memakai sepatu dan bisa juga untuk orang yang menunggu jamaah shalat.

Setelah kita menitipkan sepatu, kita berwudu di tempat wudu yang luas dan bersih sehingga kita bisa tenang saat berwudhu. Selesai berwudhu kita berjalan ke dalam masjid. Antara tempat wudhu dan masjid ada kain lebar dan tebal seperti handuk yang berfungsi untuk mengeringkan kaki kita sehingga kaki kita sudah kering saat menginjak karpet masjid. Umumnya di masjid lain cukup sekedar keset, kadang-kadang kesetnyapun basah karena terlalu banyak menyerap kaki basah jamaah sehingga apa yang dilakukan di Pasaraya seharusnya menjadi contoh bagi masjid lainnya dalam mengelola tempat wudhu.

Kaki kita yang kering kemudian disambut karpet merah yang tebal dan bersih. Cukup banyak juga langkah kaki dari pintu masuk masjid hingga saf pertama masjid. Di barisan depan hingga saf ketiga ada kain merah panjang dengan lebar 30 cm yang diletakkan di wilayah sujud yang fungsinya untuk menyerap dahi kita yang basah saat sujud sehingga karpet tetap bersih dan cukup kain saja yang dicuci. Nikmat sekali kita saat sholat dan damai saat sujud dikarenakan alas sujud yang bersih. Soal sujud di tempat lain, saya pernah berharap dalam hati  agar imam jangan lama-lama sujudnya karena bau tak sedap dari karpet, bagaimana mau khusuk kalau sudah begitu.

Sebagai makmum di masjid A Latif, saya menikmati bacaan Imam Masjid yang baik dan tartil. Imam itu disediakan oleh manajemen Masjid untuk memimpin shalat wajib. Dan kegiatan shalat jamaah tidak terbatas shalat lima waktu tetapi juga untuk shalat Taraweh waktu Bulan Ramadahan. Bagi saya ini sangat memberikan solusi jika istri ingin belanja menjelang Idul Fitri tapi saya tidak mau ketinggalan taraweh. Puas menemani istri belanja di Pasaraya, malamnya saya taraweh di Masjid di Pasaraya. Sebelum taraweh juga ada kultum yang diisi oleh ustad yang bisa mencharge hati kita.

Luar biasa mal ini, keistimewaan bukan pada isi dagangan atau kulinernya tapi pada bagaimana pemilik mal memperlakukan rumah Allah yang ada di mal miliknya. Semoga masjid ini menjadi amal jariah dari pemiliknya dan diberi kemudahan rejeki yang berlimpah dan berkah. Amin

Rabu, 11 Desember 2013

Jam Indonesia

Pernahkan anda memperhatikan jam tangan yang anda pakai? Apakah sama waktu yang ditunjukkan oleh jam tangan anda dan jam pada dinding rumah anda? Coba perhatikan juga sekali waktu jam yang dimiliki teman anda dan kalau lebih luas lagi orang di sekitar anda saat anda di kendaraan umum atau di tempat umum lainnya.Apakah waktu yang ditunjukkan sama?
Definisi sama di sini bukan kesamaan hingga skala detik melainkan cukup dalam menit yang ditunjukkan. Umumnya waktu yang ditunjukkan oleh jam yang berbeda adalah tidak sama. Perbedaan bahkan hingga mencapai setengah jam dari jam yang berbeda tersebut.
Mengapa hal tersebut terjadi, hal itu tak lain karena budaya orang Indonesia yang suka memajukan waktu pada jamnya. Alasan utamanya adalah untuk membuat mereka lebih tepat waktu ke tempat kerja atau sekolah sehingga mereka dengan melihat waktu yang lebih maju mereka lebih awal bersiap-siap untuk ke tempat kerja atau sekolah.
Kelihatannya tidak ada masalah akan hal ini tapi sadarkah mereka bahwa mereka dibohongi oleh jamnya setiap saat mereka melihat jam dan bisa jadi mereka akan membohongi orang lain yang melihat jamnya. Mengapa mereka tidak menset jamnya untuk tepat waktu dan untuk agenda ke tempat kerja atau ke sekolah mereka tinggal buat jadwal persiapan yang lebih panjang dari kebiasaannya.
Disiplin bisa dibentuk menjadi karakter. Karakter ada karena kebiasaan yang berlangsung lama dan kebiasaan terbentuk oleh perbuatan yang diulang-ulang dalam waktu lama.


Minggu, 18 Agustus 2013

NILAI-NILAI TARBAWI DARI REVOLUSI RAKYAT


DR. Ahmad Arif – Anggota Koalisi Kebangsaan untuk Mendukung Legalitas

Juru bicara resmi atas nama Jama’ah Ikhwanul Muslimin

Ada 6 nilai tarbawi penting dari “Sekolah Rakyat Revolusi” demi mengembalikan legalitas bangsa Mesir dan enyahnya kudeta berdarah

1. Wahai rakyat Mesir .. wahai orang-orang yang kami cintai .. wahai para kekasih .. berpegang teguhlah dengan tekad para pemberani, dan bersikap lembutlah terhadap sisa-sisa dari orang-orang yang berbeda dengan kalian dengan tetap berpegang pada akhlaq orang-orang agung, sebab, ijma’ (konsensus) itu sesuatu yang mustahil, termasuk dalam cita rasa kemanusiaan, jika bukan mustahil, kenapa salah seorang anak Adam membunuh saudaranya?!

2. Tetaplah selalu tersenyum, dan ingatlah selalu senyum para syuhada’, dan Tuhan kalian tertawa menyaksikan para hamba-Nya cemas, padahal Dia mengetahui bahwa rahmat akan turun kepada mereka, dan kita tidak akan kehabisan kebaikan dari Tuhan yang tertawa …

3. Selalu perbaharui niat untuk tetap bertahan di hadapan revolusi kerusakan yang telah berurat berakar bertahun-tahun. Juga selalu perbaharui niat untuk tetap bertahan dalam menghadapi kepala-kepala yang tunduk kepada para thaghut, sehingga para thaghut itu menguasai mereka dan mempergunakan mereka …

Dan bertanyalah kepada diri kalian: apa yang membuat sorang dokter yang PNS dan mendapatkan kepercayaan publik mau-maunya membuat laporan kepada keluarga para syuhada’ bahwa para syuhada’ itu mati bunuh diri!

Bertanyalah: apa yang menjadikan seorang penyiar yang PNS mengulang-ulang kosa kata yang telah diucapkannya semenjak 25 Januari 2011 yang lalu: “mereka (maksudnya: para demonstran) adalah para penjarah” – “mereka digerakkan oleh pihak asing” – “mereka adalah unsur-unsur …”, lalu para penyiar itu sampai sekarang belum bertaubat dan juga tidak mengambil pelajaran…

4. Jangan sampai kalian hidup sedetikpun ada niatan buruk kepada seseorang, apalagi sampai tidur di malam hari dengan niatan buruk itu, sebab kebohongan itu jika telah mencapai puncaknya, bisa menyeret kerabat dekat dan orang-orang yang dicintai … tidakkah engkau lihat mereka-mereka yang terlibat dalam menuduh kehormatan ummul mukminin Aisyah (ra) secara dusta dan palsu, saat waktu “terlambat” turun selama satu bulan dengan maksud menguji dan menyaring, lalu setelah itu turun ayat yang membersihkannya dari atas tujuh langit, namun setelah ada yang terseret dalam dosa menuduh ummul mukminin, dan itu dari kalangan kerabat … oleh karena itu, salinglah memaafkan dan saling bersikap lembut…

5. Agenda kita jelas.. yaitu menjaga Mesir yang merupakan ummud-dun-ya (induk dunia) dan ummuz-zaman (saudara perempuan zaman) .. di mana bobot perubahan di Mesir ini sangat ditunggu-tunggu. Kedudukan ini layak mendapatkan daya perjuangan besar seperti sekarang ini, oleh karena itu, berbanggalah kalian dengan negeri kalian, sebab negeri kalian adalah gudangnya dunia, hanya saja sekarang ini gudang itu sedang dirampok, namun, rizki penduduknya tetaplah luas jika kita bertakwa kepada Allah SWT.

6. Hindari tindakan radikal, sebab tindakan radikal inilah target dari si “pengkhianat” terhadap kalian, sedangkan kalian wahai rakyat Mesir jauh lebih cerdas dari skenario para pengkudeta yang mencoba menggariskan satu skenario agar kalian terjebak di dalamnya. Jadi, perang radikal adalah kebodohan dan merugikan, sedangkan tentara tetaplah tentara Mesir, bukan tentara kelompok tertentu, atau ras tertentu atau isme tertentu. Betatapun mereka telah mencoba melibatkan beberapa personel tentara dalam pembantaian di garda republik, dan Ramses, Allah lah yang akan membalas siapa saja yang membuat makar terhadapnya dan terhadap rakyat Mesir.